Tuesday, May 30, 2017Register
 Pengumuman Minimize

Current Articles | Categories | Search

PEMENANG LOMBA KARYA TULIS ILMIAH MEMPERINGATI HARI DHARMA SAMUDRA 2015

“Kobarkan Semangat Pertempuran” – sebait kata itulah yang diucapkan oleh Komodor Yos Sudarso sesaat sebelum tenggelam bersama RI Macan Tutul di Laut Arafuru tanggal 15 Januari 1962. Komodor Yos Sudarso, sebagai Deputy Kasal, memimpin langsung infiltrasi sukarelawan dalam upaya merebut kembali Irian Barat dari tentara penjajah Belanda. RI Macan Tutul akhirnya hancur terkena berondongan tembakan kapal musuh dan tenggelam bersama para pejuang yang gagah berani.

 TNI  Angkatan Laut menyelenggarakan lomba karya tulis ilmiah dalam rangka menyambut  Hari Dharma Samudera tanggal 15 Januari tahun 2015. Thema  dalam penulisan karya tulis “TNI Angkatan Laut yang Handal dan Disegani Serta Berkelas Dunia”. Sejak dibuka pada bulan Juni 2014 tercatat peserta yang berpartisipasi dalam lomba ini sebanyak  57 orang terdiri dari 30 peserta umum dan 27 peserta dari kalangan militer maupun PNS Angkatan Laut.  Tujuan diselenggarakan lomba ini adalah meningkatkan kepedulian dan kreatifitas anggota TNI Angkatan Laut dan masyarakat umum terhadap TNI Angkatan Laut sebagai alat pertahanan negara matra laut dalam upaya mewujudkan kemampuan yang berkelas dunia. Setelah melalui penilaian yang ketat selama beberapa bulan melalui berbagai kriteria yang telah ditentukan, maka panitia lomba yang diketuai oleh Kolonel Laut (P) Rony E. Turangan menetapkan 12 pemenang  yang terbagi dalam dua kategori yaitu militer dan umum.

 

            Pemenang lomba untuk kategori militer/PNS TNI AL antara lain:

a.         Juara pertama, Letkol Laut (K) Muslim Nurdin, S.Kes dari Dinas Kesehatan Koarmabar dengan judul “Peningkatan Kualitas Kesegaran Jasmani Prajurit Kopaska Guna Membentuk Prajurit yang Handal Menuju World Class Navy” dengan nilai 78,7.

b.         Juara kedua diraih oleh Kapten Laut (P) Bambang Rudi Purwanto, S.E., berjudul “Analisa Pemilihan Helikopter Anti Kapal Selam TNI AL Dengan Metode Decission Making Trial and Evaluation Laboratory (Dematel)  dan Analytic  Network Process (ANP) Untuk Menunjang Terwujudnya Indonesia Sebagai Poros Maritim Dunia” berasal dari Satkor Koarmabar dengan meraih nilai 78,6.

c.         Sedangkan untuk juara ketiga  dengan judul “Optimalisasi Penegakkan Hukum Oleh TNI AL Guna Mencegah Tindak Pidana Pelayaran Dalam Rangka Mendukung Tugas TNI AL” karya Letkol Laut (KH) Murdoko Sardjono, S.H. dari Dinas Hukum Koarmabar dengan nilai 77,9.

d.         Juara harapan pertama dimenangkan oleh Mayor Laut (KH) Agus Susilo Khaeri, M.Si. dengan judul “Pemberdayaan Humas TNI AL Guna Mendukung Tugas Pokok Dalam Rangka Mendukung TNI AL Berkelas Dunia” mengumpulkan nilai 77,1.

e.         Pemenang harapan kedua diraih Mayor Laut (P) Isak Rapang, S.E., M.Si, dari Seskoal dengan judul “Optimalisasi Kesiapan Pangkalan TNI AL Ranai dan Tarempa Dalam Mendukung Kegiatan Operasi KRI Menanggulangi Kegiatan Illegal, Unreported and Unregulated Fishing di Perairan Natuna Dalam Rangka Membangun Kedaulatan Maritim Indonesia Demi  Terwujudnya Ketahanan Ekonomi Nasional” meraih nilai 77,05.

f.          Juara harapan ketiga juga diraih perwira Seskoal atas nama Letkol Laut (P) Wijayanto dengan judul “Optimalisasi Pelaksanaan Tugas Prajurit KRI di Perbatasan Ambalat Khususnya Perairan Sebatik Guna Menjaga Keamanan di Laut Dalam Dalam Rangka  Mewujudkan Visi TNI AL Yang Handal dan disegani Serta Berkelas Dunia” dengan nilai 76,6.

 

            Selanjutnya pemenang untuk kategori peserta umum:

a.         juara pertama diraih oleh peneliti Badan Tenaga Nuklir Nasional  atas nama I Wayan Ngarayana, S.T. dengan judul “Opsi Nuklir Dalam Mendukung Sistem Keenergian Kapal Perang TNI AL Dalam Rangka Menyongsong Kebangkitan Indonesia Sebagai Poros Maritim Dunia” dengan nilai 88.

b.         Juara kedua diraih Aditya Idris dari Sulawesi Selatan mendapatkan nilai 79,95  dengan judul “Analisa Pengaruh Kualitas dan Kehandalan TNI AL Terhadap Kepercayaan dan Loyalitas  Masyarakat Menggunakan Metode Structural Equation Modeling”.

c.         Kemudian untuk juara ketiga dimenangkan oleh Hery Septya Kusuma, mahasiswa Institut Sepuluh Nopember Surabaya, dengan judul “Upaya Pemberantasan Tindak Pidana Illegal Fishing di Wilayah Perairan Laut Indonesia Melalui Optimalisasi Peran TNI AL Dalam Penegakkan Hukum”  mengumpulkan nilai 79,05.

d.         Juara harapan pertama diraih oleh Drs. Mochammad Taufik dengan nilai 78,3 berjudul “Pembelajaran Tematik Berwawasan Maritim Upaya Mewujudkan Indonesia Sebagai Poros Maritim Dunia”.

e.         Untuk juara harapan kedua direbut oleh Abdul Nurul Hadi, S.Pd. dengan karyanya yang berjudul “Optimalisasi Peran TNI AL Dalam Bidang Penegakkan Hukum Di Wilayah Perairan Laut Indonesia Di Tengah Kontinuitas Illegal, Unreported and Unregulated (IUU) Fishing” dengan nilai 78,05.

f.          Juara harapan tiga dengan nilai 77,95 diraih oleh Evi Nurtiana yang menulis tentang pendidikan kebaharian dengan judul “Menumbuhkan Semangat Cinta Maritim Melalui Pembelajaran yang Berkesinambungan”.

            Para pemenang   mendapatkan piagam penghargaan dari Kepala Staf Angkatan Laut dan hadiah berupa uang pembinaan masing-masing juara pertama Rp 5 juta, juara kedua Rp 4 juta, juara ketiga Rp 3 juta, juara harapan pertama Rp 2 juta, juara harapan kedua Rp 1 juta dan juara harapan ketiga Rp 750 ribu. Kolonel Laut (P) Rony E. Turangan sebagai ketua panitia mengharapkan kepada para pemenang tersebut dapat terus meningkatkan sumbangan  pemikiran dan ide-ide yang kreatif dan cemerlang dalam mendukung pengembangan TNI Angkatan Laut yang handal dan disegani serta berkelas dunia.

 

            Ringkasan karya tulis juara pertama kategori militer yang berjudul “Peningkatan Kualitas Kesegaran Jasmani Prajurit Kopaska Guna Membentuk Prajurit yang Handal Menuju World Class Navy” .

 

Pemimpin TNI Angkatan Laut telah mencanangkan paradigma baru sebagai upaya mewujudkan TNI Angkatan Laut  yang handal dan disegani serta berkelas dunia dalam menjalankan tugas pokok sebagai kekuatan pertahanan matra laut sesuai dengan undang-undang. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi berpengaruh terhadap doktrin, postur, strategi dan taktik operasional dalam menjalankan fungsi, peran dan tugas pokoknya. Oleh karena itu TNI Angkatan Laut juga harus mempersiapkan sumber daya manusia yang berkelas dunia agar dapat menjawab tantangan tugas seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di tengah dinamika global. Salah satu pasukan elit TNI AL yang tergabung dalam Pasukan Katak mengemban tugas berat dalam mendukung keberhasilan tugas TNI AL. Tugas tersebut meliputi demolisi bawah air, sabotase ke kapal lawan dan pangkalan musuh, torpedo berjiwa (kamikaze), pengintaian dan anti teror di laut. Prajurit Pasukan Katak dengan kualifikasi pasukan komando dihadapkan dengan tugas berat yang dilakukan harus mempunyai kemampuan fisik dan intelejensi di atas rata-rata agar mampu mengatasi segala rintangan yang dihadapi di medan tugas. Semboyan Pasukan Katak “Tan Hana Wighna Tan Sirna” yang berarti tidak ada rintangan yang tidak dapat dilalui. Agar Pasukan Katak mampu menjalankan tugas pokok, peran dan fungsinya diperlukan pembinaan prajurit secara terus menerus, berjenjang dan berkelanjutan untuk membentuk karakter prajurit yang kuat, tangguh dan pemberani. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah peningkatan kualitas kesegaran jasmani prajurit  Pasukan Katak agar sejajar dengan pasukan elit negara lainnya. (gambar Prajurit Paska)

 

Sedangkan ringkasan pemenang pertama untuk peserta umum yang ditulis oleh mahasiswa S2 Universitas Pertahanan dengan judul  “Opsi Nuklir Dalam Mendukung Sistem Keenergian Kapal Perang TNI AL Dalam Rangka Menyongsong Kebangkitan Indonesia Sebagai Poros Maritim Dunia” sebagai berikut.

 

Sebagai negara maritim terbesar di dunia, TNI AL wajib memiliki kekuatan angkatan laut yang handal untuk mengamankan wilayah perairan dari ancaman eksternal maupun internal. Untuk dapat melakukan tugas berat tersebut, TNI AL harus dilengkapi dengan satuan kapal perang yang mumpuni. Hanya saja tanpa adanya pasokan energi berupa bahan bakar, maka kapal perang tidak akan dapat beroperasi secara optimal. Ancaman pasokan energi muncul karena keterbatasan anggaran operasional serta ancaman berkurangnya cadangan energi fosil dalam negeri dan juga dunia. Padahal di sisi lain beban operasional cenderung meningkat akibat faktor penuaan dan juga meningkatnya harga bahan bakar.Selain itu, juga terdapat indikasi peningkatan kebutuhan daya pada suatu kapal perang akibat tren perkembangan sistem persenjataan yang digunakannya. Salah satu alternatif dalam menghadapi tantangan tersebut adalah pengoptimalan penggunaan energi nuklir yang dapat diproyeksikan sebagai sumber energi propulsi secara langsung dan sebagai sumber energi primer untuk memproduksi hidrogen yang diprediksi sebagai energy carier masa depan moda transportasi modern. Pengkajian ini menunjukkan bahwa penggunaan nuklir dalam sistem keenergian kapal perang baik secara langsung sebagai propulsi maupun sebagai sumber energi primer untuk memproduksi hidrogen cukup menjanjikan.

Gambar  Propeler nuklir PWR dengan turbo generator

posted @ Friday, February 20, 2015 2:19 PM by admin

Previous Page | Next Page


  
Create By Seskoal, Copyright Juli 2011